Membuat Surat Lamaran dan CV Penyiar Radio

 

 

Popularitas profesi penyiar radio yang semakin turun di antara para pencari kerja (muda) sebetulnya sempat membuat saya pesimis akan masa depan dunia siaran radio. Tapi semangat untuk tetap memberikan informasi seputar dunia siaran radio malah kian bertambah naik ketika grafik tulisan saya seputar radio di laman ini pun menunjukkan kenaikan jumlah pengunjung. Senang laaa. Itu artinya bahwa peminat dunia siaran radio belum ‘habis’, meskipun mungkin tidak seheboh dulu, sebelum internet datang dan  mulai menutupi sedikit demi sedikit peran media radio dan media lainnya.

 

Profesi sebagai Penyiar Radio bisa dibilang sebagai salah satu profesi dambaan (khususnya) para kaum muda. Anggapan bahwa orang yang bisa bekerja sebagai Penyiar Radio adalah seseorang yang keren merupakan anggapan yang sebetulnya masih berlaku. Meskipun dari segi penghasilan jika dilihat dari radio tempat si Penyiar Radio bernaung sebetulnya relatif juga, tidak bisa disamaratakan.

 

Bagi para newbie yang sangat bersemangat untuk menjadi penyiar radio namun belum berpengalaman sama sekali, ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan untuk bisa memasuki dunia siaran radio sebagai penyiar. Secara fisik, suara dan teknik siaran tentu saja menjadi modal utama. Namun jangan lupakan juga hal yang nggak kalah penting ketika kita akan mulai melamar pekerjaan sebagai penyiar radio.

 

Jangan pandang sepele, lho. Bukan pekerjaan formal saja yang perlu surat lamaran kerja dan CV yang digarap secara serius. Meskipun ada juga yang memandang Penyiar Radio bukan sebagai pekerjaan (duh, teganya), tetap saja dokumen-dokumen sepenting itu diperlukan sebagai jalan awal membuka pintu ke sebuah radio siaran.

 

Mari kita mulai dengan Surat Lamaran. Tinggalkan gaya ‘jadul’ dan mulailah berani bereksperimen dengan latar kertas yang tidak lagi polos atau polio bergaris. Bermain dengan bermacam style background, font yang tidak melulu arial, atau gaya penulisan yang itu-itu saja, apalagi hasil copy-paste-an. Kreativitas jelas sangat berpengaruh. Terlihat dari pose untuk foto, sampai dengan desain layout-nya.

Ok, Surat Lamaran beres. Sekarang kita maju ke CV atau Curricullum Vitae. Catatan perjalanan karir pun nggak semuanya harus disertakan, lho. Cukup yang berkaitan dengan dunia broadcasting radio — itupun kalau sudah ada. Untuk newbie, mungkin memang belum terlalu banyak pengalaman yang bisa disertakan. Tapi kalau ada event apapun yang berkaitan, entah itu menjadi MC di kampus misalnya, siapa tahu bisa jadi point plus bagi pihak HRD radio yang dituju. Untuk pendidikan formal, kita bisa mulai dari SMA, tak perlu lah dari TK/SD kita sertakan juga.

 

 

 

Selanjutnya, siapkan contoh suara atau sample voice. Bagi mereka yang sudah pernah siaran, pasti mengenal istilah bukti siar atau file berisi audio vokal saat sedang bersiaran on air. Bisa dibilang, bukti siar adalah salah satu harta berharga para penyiar radio sebagai bukti fisik siaran. File penting ini bisa kita edit isinya hingga tinggal vokal kering saja tanpa musik (jika bukti siar juga memuat siaran musik/lagu). Boleh cek disini sebagai gambaran.

 

Bagi newbie yang belum pernah siaran di radio mana pun, bisa saja membuat sendiri contoh suara ini. Jaman semakin canggih, ponsel pun banyak yang bisa memuat aplikasi perekam suara yang bagus dan gratis bisa diunduh. Jadi tidak melulu mesti pakai jasa studio rekaman yang biaya sewanya lumayan mahal. Pakai ponsel sendiri aja supaya praktis dan cepat. Agar hasilnya maksimal, jangan lupa latihan. Buat dulu naskah siaran sebagai opening, materi siaran, dan juga closing siaran. Nggak usah panjang-panjang sampai satu jam siaran, 1-2 menit per talk saja sudah sangat cukup, kok.  Simak saja dulu gaya siaran dari penyiar di radio yang dituju. Siapkan dalam bentuk audio file mp3 atau WAV, dan alihkan juga ke dalam audio CD sebagai persiapan jika radio yang dituju membutuhkan file fisik.

 

Oya, body e-mail juga jangan dibiarkan kosong, ya. Isi dengan tulisan yang sopan dan juga membuat pihak HRD radio yang bersangkutan berminat untuk melihat Surat Lamaran, CV dan juga mendengar contoh suara secara lengkap. Sertakan lagi alamat e-mail, no ponsel, sekalian dengan akun sosmed kalau perlu 🙂 Daaaaan, yang tak kalah penting, hindari menggunakan username e-mail yang menggunakan nama asal-asalan! Perlihatkan kalau kita serius menginginkan pekerjaan ini. Pihak HRD tentunya akan lebih memilih membuka e-mail yang datang dari, misal windaalyana@kirimemail.com daripada winwinceri4_memp3son4@icikiwir.com kan??

 

Terakhir, berdoa dan berharap agar bisa diterima di radio yang kita inginkan. Semoga berhasil yaaa, dan semoga postingan kali ini bisa membantu kawan-kawan yang berminat terjun ke dunia radio broadcasting 🙂

 

 

 

-W-

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s