Resensi Buku : FIKIH RAMADHAN, Rahasia Meraih Keajaiban dan Merasakan Nikmatnya Ramadhan

Resensi Buku

Judul : FIKIH RAMADHAN, Rahasia Meraih Keajaiban dan Merasakan Nikmatnya Ramadhan

Penulis : KH. Yusuf Muhammad, SQ

Penerbit : Pinus Book Publisher

CETAKAN I, JUNI 2010

 

 

Setiap muslim sudah seharusnya merasa sangat bersyukur ketika Allah SWT memberikan umur dan rejekinya masing-masing untuk dapat kembali bertemu dengan bulan suci Ramadhan setiap tahunnya. Dimana sudah seharusnya setiap kali Ramadhan datang, setiap kali itu pulalah keimanan setiap muslim bertambah. Namun tidak setiap muslim memerkenankan dirinya sendiri untuk mencari ilmu yang berkah, menambah kekurang pengetahuannya dalam hal agama, dan memertebal keimanannya. Menunggu datangnya hidayah, selalu begitu alasan yang terdengar.

 

Hidayah itu jangan ditunggu, tapi juga harus dicari dan diupayakan, begitu ucap bapak KH. Yusuf Muhammad, SQ, ketika menjadi narasumber dalam acara radio yang saya pandu ketika bersiaran di Radio K-Lite FM Bandung pada 2016 silam. Beliau adalah penulis buku yang saya cukil kali ini, buku agama berjudul FIKIH RAMADHAN, Rahasia Meraih Keajaiban dan Merasakan Nikmatnya Ramadhan. Buku yang terbit pada Juni 2010 ini baru sampai di tangan saya enam tahun kemudian di bulan yang sama, langsung dari tangan penulisnya. Tentu saja, dengan senang hati saya menerimanya.  Karena jujur saja, dari sekian banyak buku yang saya baca, membaca buku fiksi lebih banyak jumlahnya dibandingkan buku agama. FIKIH RAMADHAN menjadi salah satu referensi penting bagi saya untuk menambah ilmu dan wawasan agama Islam.

 

Perjalanan menyelami bulan suci Ramadhan dimulai dengan pengertian Fikih itu sendiri pada bagian Kata Pengantar. Fikih, dalam pengertian Bahasa Arab artinya adalah ‘Pemahaman Yang Mendalam’. Maka Fikih Ramadhan kurang lebih artinya adalah ‘Pemahaman Yang Mendalam Ramadhan’. Khutbah Rasulullah Menyambut Ramadhan pun disajikan dalam bentuk tulisan Arab kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Keseluruhan isi pidato sangatlah penting bagi umat Muslim, untuk bisa mengetahui keutamaan Bulan Suci Ramadhan sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT melalui Rasullullah SAW. Hingga selanjutnya, dengan kalimat-kalimat yang berpadu antara Firman Al Qur’an, Hadits Riwayat dan  tulisan yang penuh makna ini kita menjadi lebih tahu apa yang seharusnya kita lakukan dan tidak lakukan pada setiap bulan suci Ramadhan datang.

 

Para ulama mengatakan, perlakukanlah Ramadhan itu sebagaimana layaknya tamu agung yang harus kita sambut secara istimewa. Tentu saja dengan harapan agar tuan rumah pun bisa mendapatkan keajaiban bersama sang tamu. Sangat disayangkan jika kita menjalani Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan  tanpa persiapan dan pemahaman yang kurang.

 

Mulai dari Ramadhan dengan kaitannya dengan sejarah Islam, dengan tadarus, Lailat Al Qadar, Iktikaf, zakat Fitrah, halal bihalal dan silaturahim, hingga Ramadhan dengan makna yang lebih dalam Momentum Uji Keimanan.

 

Ramadhan dengan segala keajaibannya diejawantahkan dengan bahasa yang mudah dipahami siapa saja yang sedia membuka hatinya untuk menimba ilmu Allah. Dalam buku setebal 164 halaman ini Ramadhan menjadi sangat dekat dan selalu dirindukan dengan perspektif yang luas, sesuai dengan Al Qur’an dan Hadits. Rangkaian kalimat yang disajikan secara puitis oleh penulis pun membuat isi buku ini menjadi sarat makna namun tetap indah untuk dinikmati sebagai bacaan, seperti yang tertera pada halaman 130 :

 

 

Langit pun Menangis Duka

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah pernah memberikan penjelasan bernada sendu, bahwa ketika Ramadhan berakhir, terdengar dari langit dan seluruh penghuninya, suara tangis terisak duka seraya bergumam :

            “Bencana besar bagi umat Muhammad sungguh-sungguh tiba”

            Mendengar ungkapan ini, para sahabat pun tertunduk haru. Ada di antara mereka yang dengan penuh tawaduk meminta penjelasan tentang musibah yang dimaksudkan. Rasulullah kemudian melanjutkan penjelasannya seraya berkata :

            “Mereka menangis duka karena kepergian Ramadhan; bulan ijabah doa, bulan produksi amal berlipat ganda dan bulan penghalau siksa. Adakah musibah yang lebih besar dari ini ?”

            Rasulullah mengakhiri tausyiahnya dengan menyatakan :

            “Seharusnya kita lebih layak bercucuran air mata ketika Ramadhan berlalu meninggalkan kita, kepergian Ramadhan berarti terputusnya beragam keutamaan dan kemuliaan dari kita.” (Durratan Nasihin : 11)

************

Dan saya pun tetiba kembali merasakan rindu yang amat sangat akan Ramadhan.

 

 

Tentang Penulis

Bapak KH. Yusuf Muhammad, SQ, intelektual Islam kelahiran Rembang yang juga banyak menghabiskan masa mudanya di lingkungan pesantren di Rembang ini tidak hanya sibuk dengan berbagai aktivitasnya di dunia akademik sebagai Staf Pengajar di beberapa kampus, namun juga berkecimpung di dunia profesional sebagai Manager Employee Relation di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Berbagai organisasi sosial dan keagamaan juga menjadi bagian dari kiprah aktif beliau, diantaranya PWNU Jabar dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat. Saat ini, tidak hanya membina pondok pesantren di kawasan Padasuka, Bandung, Jawa Barat saja yang menjadi bagian aktivitasnya, namun juga menjadi narasumber tetap di acara rohani Islam di 107.1 K-LITE FM Bandung.

 

Fikih Ramadhan, Rahasia Meraih Keajaiban dan Merasakan Nikmatnya Ramadhan ini  adalah satu dari sekian hasil tulisannya seperti Stairway To Heaven : Nasehat-nasehat Runcing Beraroma Syorga (2003), Mudzkaroh Jam’iyyahh (2003) dan lain-lain.

 

 

 

-W-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s