Radio, Sang Teman Setia

 

Sekian waktu lalu saya menerima sebuah pesan melalui whatsapp saat sedang bersiaran. Seorang pendengar mengaku kecewa ketika mendengar lagu-lagu yang diputar sekitar satu-dua jam sebelum saya on air terdengar tidak nyaman di telinga. Disitu dia menulis, bahwa biasanya selama ini tidak merasa terganggu dengan lagu yang didengar. Tapi baru kali ini susunan lagunya kurang pas didengar olehnya.

 

Agak membuat hati kecewa sebenarnya, ketika respon yang datang malah yang semacam itu. Yah, memang manusia maunya dipuji terus sih, ya, hehe. Namun setidaknya hal ini menjadi teguran halus bagi para penyiar atau malah para Music Director tentu saja agar terus terpacu menyajikan playlist yang cocok bagi pendengar.

 

Kali lain, seorang pendengar ‘mengadu’ pada saya bahwa ada penyiar X yang menurut sependengarannya tidak pernah mau memutarkan lagu yang ia minta — kapanpun, di acara manapun. Sampai-sampai sedikit mengancam bahwa bisa saja kalau ia mengadukan kekecewaannya ini pada salah seorang kerabatnya yang juga jurnalis media cetak untuk membuat nama si penyiar ini jadi buruk. Aih, segitunya (pikir saya).

 

 

Kalau ini kejadian di tahun-tahun 90-an, atau 2000-an, mungkin masih bisa dipahami. Ketika itu Radio masih menjadi media yang diandalkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tapi makin kesini, Radio semakin menipis kharismanya. Terkalahkan oleh televisi (sejak dulu sih), apalagi oleh internet. Meskipun internet agak membantu kembali bangkitnya radio di era sekarang dengan keberadaan teknologi streaming.

 

Untuk menemukan satu dari sepuluh orang yang masih mendengarkan radio saja di masa sekarang, sama seperti mencari jarum di tumpukan jerami, lho. Eh, lebay nggak ya? Tapi kalau buat saya sih, memang begitu rasanya. Sebagian besar orang saat ini mendengar musik kesukaan bisa melalui mp3 player masing-masing, atau tinggal set saja playlist di ponsel. Kebutuhan indra dengar untuk lagu-lagu yang sesuai keinginan tidak lagi membutuhkan Radio.

 

Tiba pada kalimat yang barusan, terasa ada sedikit perih di hati. Semakin lama tugas kami, para Penyiar Radio, pun semakin tidak penting. Informasi yang dibutuhkan para pendengar, sudah semakin mudah diakses. Musik menjadi biasa, tidak lagi menjadi harta yang berharga. Saya masih ingat jaman-jaman dulu mendengarkan radio anak muda yang menyajikan lirik lagu sedemikian detail sampai saya harus menunggu acara itu larut malam, demi untuk menjadi yang pertama di kelas yang mempunyai lirik lagu tersebut.

 

Atau merasa bangga ketika nama saya disebut oleh Penyiar…Ah, ini yang paling klasik. Nama kita disebut sebagai teman, dikenal dekat oleh penyiar. Sang selebriti lokal 🙂 Bangga luar biasa. Waktu itu, sih, tapinya…

 

Sekarang, masa berganti, tahun berlalu. Yang tersisa adalah memori, kenangan masa lalu. Nama-nama penyiar yang berjaya di masa lalu masih ada yang ingat mungkin ya. Penyiar masa sekarang? Entahlah. Ketika saya mendengar suara penyiar di radio malah nggak dapet ‘feel‘nya. Seorang teman pernah bilang, suara dapat memperlihatkan bagaimana karakter seseorang. Kalau kaitannya dengan penyiar radio, sih, kita dapat rasakan ‘sincere’ atau tidaknya, tulus atau nggaknya.

 

Bukan soal fasih atau tidaknya dia berbahasa asing, bukan soal smart atau tidaknya dia ketika berbicara, bukan soal merdu atau tidaknya dia bersuara, bukan soal seksi atau tidaknya tampilan dia ketika kita bertatap muka. Ada hal lain yang seorang penyiar harus miliki ketika dia mulai duduk di depan mic, menyiapkan bahan siarannya, dan menjadi ‘milik’ banyak orang ketika dia mulai bersuara.

 

Ada banyak pendengar radio yang melewati masa-masa sekolah, masa-masa kuliah, atau masa-masa LDR bersama radio, megerjakan tugas ditemani radio. Menjalani perjalanan jauh antar kota, misalnya, bersama radio. Mau segmennya dangdut, jazz, pop, top 40, atau apapun, radio menjadi teman setia di setiap kesempatan.

Itu dulu.

Sekarang, masihkah radio menjadi teman setiamu ?

 

 

 

 

 

– W –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s