Cinta Yang Manis

IMG_20160409_071544

 

Mentari pagi ini terasa hangat. Oksigen murni dengan bebasnya mengisi penuh paru-paru dengan udara segar sehabis hujan semalaman. Pemandangan rutin langsung bertemu mata ketika saya melewati pagar masuk sekolah kami yang terbuat dari bambu : anak-anak dari berbagai tingkatan kelas satu sampai enam melakukan bagian piketnya masing-masing. Mulai dari menyapu lantai kelas sampai menyiram bunga yang menghiasi teras kelas dan taman sekolah. Sambil diselingi senda gurau dan tawa kecil semua bekerja tanpa mengeluh.

 

Segerombolan tangan kecil berebutan mencium tangan kanan saya. Beberapa anak dari kelas kecil saling berbisik, “…tuh pan ceuk abi ge naon, seungiiitttt panangan ibu maaahhh...” sambil berlalu. Membuat saya senyum simpul.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, sebagian besar berbaris dan masuk kelas sementara sisanya berbaris membentuk susunan khusus untuk mengikuti senam pagi. Setiap hari berbeda jadwal, berganti-ganti antara Upacara Bendera di hari Senin, Selasa hingga Kamis Senam Pagi, Jumsih di hari Jumat, dan Menyanyikan Lagu Wajib dan lagu daerah di hari Sabtu. Dan kegiatan lainnya. Sejauh ini, semuanya menyenangkan.

 

IMG_20160405_142301

Saya beruntung bisa mengajar di tempat yang tidak sulit akses sementara diluar sana masih banyak guru yang mendapatkan lokasi mengajar di tempat yang sulit dijangkau kendaraan dan terpencil. Kondisi sarana prasarana pun sudah jauh lebih baik dibanding empat tahun lalu ketika saya pertama datang ke tempat ini. Ruang-ruang yang tidak memadai, toilet seadanya, hingga perasaan takut untuk tinggal di dalam kelas jika hujan turun. Berbeda jauh dengan sekarang, begitu banyak perkembangan yang dialami kami semua.

 
Dan semuanya tak akan terasa hidup tanpa keberadaan anak-anak ini, murid-murid kami dari berbagai latar belakang dan karakter. Masing-masing menyimpan memori tersendiri untuk saya. Di sekolah ini, saya bertugas sebagai Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan Seni Budaya dan Keterampilan. Saya bertemu dengan mereka setiap hari, dari kelas satu hingga kelas enam, dua kali dalam seminggu. Berbeda dengan Guru Kelas, yang bertemu dengan siswa yang sama setiap hari, sesuai dengan kelas yang dipegangnya.
Setiap hari berbeda, setiap hari berwarna. Selalu ada cerita, selalu ada makna di balik setiap peristiwa. Setiap tahun selalu ada kisah baru, selalu ada wajah-wajah berseri dan menjadi penyemarak di hari yang suram sekali pun.
Anak-anak dengan bakat alami untuk segala macam profesi. Dan betapa bangganya saya bisa menjadi bagian kecil dalam kehidupan mereka sebagai pembentuk karakter dan kepribadian mereka. Setidaknya, ada hal kecil dalam hidup ini yang bisa menjadi bekal saya di hari akhir nanti. Jika itu baik.

 
Dan semua terasa berlalu begitu cepat…
Rasanya seperti baru kemarin saya bertemu dengan anak-anak ini. Mulai mengajari mereka banyak hal yang saya tahu, dan mereka pun berbagi banyak hal yang saya tidak tahu. Kami saling memberi dan menerima. Lalu seakan seperti debu tertiup angin, tahu-tahu dalam tiga hari ini anak-anak kelas enam harus mengikuti Ujian Sekolah untuk kelulusan. Enam tahun di Sekolah Dasar pun usai sudah. Cukup emosional untuk saya, apalagi ada beberapa di antara mereka yang cukup akrab.

 

IMG_20160414_084504

 

Lisna si Juara Dongeng tingkat Kabupaten yang periang dan juga hafidz Qur’an, Dani yang tinggi besar dengan suara merdu yang membawa sekolah kami ke lomba Pupuh Sunda Buhun tingkat Kabupaten, Siva sang Pelukis yang sudah rajin berkompetisi sejak kelas empat, Salwa si mungil yang pintar memainkan Pianika, dan banyak lagi lainnya yang menempati sudut terbaik di hati saya. Masa-masa dimana mereka dengan manjanya menyatakan lelah ketika berlatih untuk lomba, merajuk ketika tugas belum siap dikumpulkan, atau bahkan ketika mereka dengan semangat 45 menyatakan siap mengikuti ujian. They’re my diamonds...

 

Kadang, ketika perasaan sentimental saya datang saat berbincang dengan salah satu diantara mereka di kelas, suasana belajar berkembang dan berubah menjadi sesi Imon Sang Motivator 😀 Terdorong oleh betapa besarnya keinginan saya untuk melihat salah satu diantara mereka menjadi SESEORANG di masa depan, seseorang yang bisa menjadi teladan bahkan bermanfaat bagi masayarakat luas. Insya Allah 🙂

 

Pekan lalu seorang siswi jatuh pingsan ketika mengikuti Upacara Bendera Hari Senin. Wajahnya familier karena setiap senin pagi memang anak ini tak pernah mengikuti Upacara dengan alasan Sakit Perut. Tapi kali ini ia memaksakan ikut upacara. Di ruang UKS, saat sudah siuman, terkupas kisah hidupnya yang baru saja duduk di kelas lima. Sejak lahir ditinggal bapak, ibunya menjadi TKW di Arab Saudi, berdua dengan adiknya dititipkan di bibi dari pihak Ibu. Tak ada kabar dari bapak dan ibu sama sekali. Setiap hari makan hanya satu atau dua kali, tanpa sarapan karena sang bibi sibuk mengurus anak lelaki semata wayangnya. Entah kenapa sarapan menjadi nomor sekian padahal tentu saja mereka membutuhkan sarapan sebelum pergi sekolah. Dan ini hanya salah satu diantara sekian latar belakang kehidupan anak-anak ini. Namun tak semua suram, ada juga anak-anak broken home yang malah berprestasi dan selalu memperlihatkan wajah ceria.

 

(Ah…saat menulis tentang ini, terkenang berbagai cerita yang sedang ramai dibicarakan di dunia maya dan di dunia nyata : kisah Yuyun dan anak-anak lainnya yang direnggut paksa kebahagiaannya menikmati indahnya dunia).

 

Harapan, cita-cita, dan masa depan ada di tangan mereka. Tugas kita adalah membuat agar keinginan mereka terwujud melalui proses yang mendewasakan dan bisa membuat mereka menghargai kehidupan ini sebagai sesuatu yang indah. Selamat meraih mimpi, Nak. Wujudkan, jangan hempaskan 🙂

 

 

-W-

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s