Ranca Upas (Lagi dan Lagi…)

2

 

Ya, Ranca Upas, lagi dan lagi. Tak pernah bosan saya menceritakan dan mempromosikan tempat ini kepada siapapun yang saya kenal. Apalagi kepada orang luar Bandung yang belum pernah mengenal tempat ini. Rata-rata pecinta wisata lebih mengenal Kawah Putih atau Situ Patengan kalau menyebut wisata Bandung Selatan. Padahal masih banyak tempat menarik lainnya di sepanjang jalur ini.

 

30
Rusa ‘Galau’

 

Ranca Upas yang dingin, berangin dan berkabut. Dingin karena angin bertiup kencang di musim kemarau hingga membuat kulit wajah terasa kebas, hingga dingin karena hujan tak henti di musim penghujan. Dingin yang tak pernah surut. Dingin yang hanya bisa terobati dengan menghangatkan badan di depan perapian kayu bakar sambil menikmati kopi atau teh panas sambil ngobrol ngalor ngidul untuk melupakan dingin sejenak. Namun panasnya pun terasa terik menggigit kulit di saat siang benderang. Ada yang suka, ada pula yang tidak dengan model cuaca macam ini. Namun suasana di Ranca Upas kadang mengingatkan saya pada suasana film “Angin Rumput Savana” (Filmnya Garin Nugroho). Apalagi di saat sepi tanpa pengunjung yang ramai. Saking sepinya kita bisa mendengar suara angin di telinga. Apalagi kalau lebih jeli, ada beberapa kali terdengar suara Surili atau satwa hutan lainnya.

 

29
Kandang rusa berkabut

 

Ranca Upas adalah sebuah bumi perkemahan sekaligus pusat penangkaran hewan Rusa di Jawa Barat kawasan Bandung Selatan, Ciwidey tepatnya. Buat yang belum pernah datang ke Ranca Upas tapi ingin tahu, setidaknya harus ke Bandung dulu biar lebih afdol. Letaknya tak jauh dari Kawah Putih, Lebih dekat lagi dengan Pemandian Cimanggu, Kolam Renang dan Perkebunan Teh Ranca Walini, lalu tinggal meneruskan perkebunan sedikit lagi tibalah kita di Situ Patengan. Kalau masih ingin melanjutkan perjalanan pun kita bisa menembus jalur Cidaun menuju Cianjur Selatan lalu tembus ke daerah Pantai Ranca Buaya, Pesisir Garut. Menyisir pantai bisa sampai ke Pantai Pangandaran. Daaaan seterusnya. Menikmati keindahan alam Ciptaan Yang Maha Kuasa yang tanpa batas ini.

Ranca Upas merupakan rumah kedua bagi sebagian pecinta alam Bandung Selatan, sejak masih hijau rindang lengkap dengan rawa di sana-sini, hingga sekarang dengan perubahan yang kekinian ditambah nuansa wisata. Tempat melarikan diri dari polusi kota juga bagi pemuda-pemuda jaman baheula yang kerap malam mingguan sambil menikmati bintang dan udara berkabut di bawah bayangan Gunung Patuha, atau berkemah di pinggir kolam di Gunung Tunduh. Apalagi tempat yang selalu padat dipenuhi calon mahasiswa baru/siswa baru dan para senior di masa tahun ajaran baru ini, selalu jadi tujuan utama wisata akhir tahun pula oleh para pecinta wisata alam.

Bekal utama jika kita berkunjung ke Ranca Upas adalah pelindung badan dari udara dingin. Selebihnya, uang yang lumayan banyak, hehe. Kalau tanpa bekal, warung-warung di sekitar lokasi lumayan lengkap menyediakan kebutuhan kita mulai dari makanan sampai sabun cuci piring sekalipun. Kalau mau irit, ya nggak masalah, tinggal bawa apa yang perlu dibawa. Serta nikmati apa yang ada.

Sebut saja apa yang ingin dinikmati di Ranca Upas :

1

  • Pemandangan alam
  • Pemandian Air Panas dan Kolam Renang Air Panas
  • Bumi Perkemahan
  • Area Outbound, Flying Fox, Bersepeda, Berkuda, dll
  • Lokasi foto pre wedding atau foto apapun
  • atau Tempat makan Cuan Kie dan mie rebus paling enak se-kabupaten Bandung 😀

Sekian tahun lalu (lupa tahun berapa) Bang Iwan Fals juga pernah mengadakan acara bersama fansnya di sini. Atau mungkin juga sekolahan atau kampus anda mengadakan acara juga disini. Termasuk kampus saya, dulu saya menjalani ospek disini juga,  haha…

Yang jelas, siapkan kondisi prima, jaket tebal, kaos kaki, sekaligus kupluk bagi Anda yang akan melalui malam pergantian tahun di Ranca Upas. Jangan lupa kamera untuk mengabadikan bulan, bintang, kabut, matahari terbit, rusa, bahkan uap yang keluar dari mulut kita pada saat dingin. Simpan saja kembang apinya di rumah, supaya lebih tenang dan tidak berisik. Jangan lupakan tips kecil ketika kita berwisata alam : Jangan ambil apapun dan jangan tinggalkan apapun. Selamat menghirup oksigen murni yaa, selamat berlibur ^^

 

-Klik disini Untuk panduan lebih lengkap mengenai Ranca Upas
-Terima kasih untuk semua foto-foto kerennya Kang Edo Itam

 

Advertisements

2 thoughts on “Ranca Upas (Lagi dan Lagi…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s