Penyiar Radio Dan Lagu

(

Belakangan hari tugas siaran saya bertambah. Bukan hanya mempersiapkan diri untuk siaran, tapi juga mempersiapkan diri untuk MENYANYI. Hyaaa, menyanyi! Gara-gara tugas baru ini pula sempat saya temukan komentar pedas di sosmed :

…hei, penyiar, siaran mah siaran aja lah, kalo NYANYI biar itu jadi tugas penyanyi!…

Wiihh…pedihhh…padahal kan kita mah niatnya menghibur, sodara-sodari! Lagipula, saya nyadar bener kalo suara saya suara kamar mandi, hehe…

Tapi sudahlah, komen itu ditelan saja akhirnya 😦 Tugas siaran sebaik-baiknya kini ditambah dengan menyanyi sebaik-baiknya yang harus dijalankan dengan baik pula. Untung suka nyanyi (dikit), jadi ga terlalu merasa dipaksa. Semoga gak banyak-banyak falsnya deh ya.

Minggu demi minggu berlalu, lagu yang dinyanyikan mesti berkaitan dengan tema sharing pada pendengar. Alhasil, sama dengan menguak masa lalu juga ini mah. Well, blame me for being nostalgic. I’m a Pisces, so, I’m Nostalgic. Sometimes, sih. Jadi bawaannya inget-inget jaman dulu terus.

Sekali waktu, temanya adalah lagu dengan judul yang memakai ‘warna’ . Contoh, kalau lagu Indonesia : Kasih Putih, Biru, dll (tuh, lagu lawas kan?) Kalau lagu barat : Blue Moon (tuirrrr), Blue Bayou (?) , Black Black Heart (lumayan…90an)., dll.

Pilihan saya jatuh pada lagu (hadeh, lawas pula) Procol Harum – A Whiter Shade Of Pale. 1967, sodara-sodara. Tapi untung ada versi Annie Lennox yang lebih muda (90an) jadi elemen jadulnya ga terlalu berat.

Efeknya adalah, semalaman di kepala saya muter terus lagu-lagu lawas. Termasuk masa-masa ketika lagu-lagu lawas itu menjadi teman bergaul^^

Kaset, piringan hitam, dan mp3 dengan program pemutar winamp. Heu…it was soooo last decade!

But I love it….

Tahun 1998, ada masa di mana saya mengenal lagu-lagu Tetty Kadi, Ernie Djohan, Grace Simon, Bimbo dkk karena kebagian tugas membawakan acara Lagu Kenangan, padahal usia masih 18 tahun. Akting saya luar biasa juga ya hahaha….Suara yang dalam, sok-sok an umur udah lewat 30, dan gaya bicara yang dewasa, membuat pendengar mengira saya seumuran dengan bapak/ibu yang mengalami masa remaja di tahun 70an/80an 🙂

Sisi baiknya : saya bisa mengenal segala sesuatu di masa itu, lagu-lagunya, ikonnya, bahkan beberapa kejadian fenomenal di masa itu. Memperluas wawasan, setidaknya.

Di tahun 2002, takdir membawa saya bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Yudhia Testavita, Gilang Pambudhi ( Delta FM), Atta Verin (Penterjemah Novel/Penulis), Morgen Vivero, dan Mandy Martin.

Nama yang paling akhir disebut adalah seseorang yang ‘evergreen‘ banget buat saya. Evergreen adalah acara yang memutar khusus lagu tahun ‘heubeul‘ di Unasko FM ketika itu. Berkat acara ini saya jadi tahu ada artis macam Tom Jones dan lagu ‘Delilah’, atau Andy Williams, Dolly Parton, dll. Sampai kemudian kenangan tentang lagu lawas itu muncul lagi…

images

Procol Harum – A Whiter Shade Of Pale

We skipped the light fandango
Turned cartwheels ‘cross the floor
I was feeling kinda seasick
But the crowd called out for more
The room was humming harder
As the ceiling flew away
When we called out for another drink
The waiter brought a trayAnd so it was that later
As the miller told his tale
That her face, at first just ghostly,
Turned a whiter shade of pale
Mengingat Mandy Martin, sama artinya mengingat ilmu yang sudah beliau sisipkan untuk saya sekarang ini. Dimana pun adanya MM saat ini — itu inisial yang sering beliau gunakan — mudah-mudahan sehat selalu dan berbahagia.
Oya, hal yang tak kalah penting adalah, betapa keberadaan lagu-lagu lawas tak akan pudar meski lagu baru terus muncul setiap hari. Suka lagu lama tidak berarti membuat kita anti lagu baru, lho. Apalagi sebagai penyiar radio (hiburan) MUSIK/LAGU adalah salah satu penyokong kemampuan kita dalam bersiaran.
Ah, ya, buat newbie, bahkan salah satu persyaratan saat melamar pekerjaan sebagai seorang Penyiar Radio adalah TAHU LAGU 🙂 Terutama lagu-lagu yang diputar di radio yang sedang diincar. Jadi yaaa, jangan pilih kasih dong yah, mau lagu baru, lagu lawas, ya dilahap saja.
Tapi yang juga nggak kalah penting adalah, sisakan sedikit ruang didalam diri kita untuk selera pribadi juga, supaya tidak lupa jati diri. Setuju?
Dedicated to MANDY MARTIN (whereever you are) and the old fellas 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s