Kemala #2 : One Lonely Night – REO Speedwagon

Kemala Hidup itu pilihan. Kalau saja dulu Kemala tidak memilih jalan ini, entah apakah jalan hidup akan seperti ini atau tidak. meski masing-masing pilihan pun memiliki konsekuensinya sendiri.

Dari ruang kerjanya yang nyaman di lantai 18 Cemara Building, Kemala mengatur segala sesuatunya untuk 4 radio besar di ibukota dan 18 cabang di wilayah lain di Indonesia. Entah apakah masa kini akan sama seperti sekarang kalau saja semasa lulus SMU dulu Kemala mengambil pilihan yang lain.

“Mbak, mau ikut nggak?” Ketukan di pintu sekaligus suara berat Vinggo, salah satu penyiar di Maha Radio Grup yang dipimpinnya, membuat Kemala menghentikan lamunan sesaatnya.

“Kemana?”

“Si Joy mau nraktir anak-anak. Ulang tahun. Mau ikutan nggak?” masih dengan ‘style’ yang sama — menjulurkan kepala di pintu — Vinggo kembali bertanya.

Kemala berpikir sebentar. Berada di keramaian sering membuatnya sakit kepala. Kalau benar-benar perlu dan bisa saja ia menuruti tawaran anak buahnya. Kali ini?

“Mmm….gue lagi nunggu temen, Go…kalian kalo mau jalan, jalan aja deh…”

“Yakin, mbak???”

“Iyaaahhh….udah gih…have fun kalian yah…”

“ya udah…gue sama anak-anak pergi yaahhh…Kalo mau nyusul BBM gue aja, Mbak.” Vinggo menutup pintu.

Jam kantor memang sudah usai. Tapi kemala masih ingin ada disini. Apartemennya tak jauh, hanya 10 menit saja dari kantor. Apalagi, kalau pun ia pulang sekarang, tak ada siapapun yang menunggunya…

8 tahun lalu, sebelum Kemala berada di posisi ini, bergaul dengan siapapun yang disukainya, bukanlah masalah. Kini, bergaul dengan siapapun memang bukan masalah juga sih. Hanya saja, 8 tahun lalu masih ada seseorang yang bisa mengisi kekosongan hari-harinya….sekarang? Ah, ada Milky menantinya di rumah. Ya, Milky, kucingnya 🙂

“Mbak, masih disini?” satu kepala lagi muncul dari balik pintu. Ossie, MD dari Wave FM — masih satu grup dengan Maha.

“Ya. Kenapa, Oss?”

“Orang kantor udah pada balik, Mbak. Tinggal yang pada di studio aja. gue mau makan, tapi tar malem balik lagi. Di Wave mau ada interview sama Duo Maia. Mau pesen makanan gak? Biar sekalian…”

“Gak, deh…kayaknya bentar lagi gue balik juga kok…Thanks, Oss…” Jawab Kemala.

“Oh..ya udah kalo gitu…bye, Mbak Kei…” Pamit Ossie. Dan kepalanya pun ikut berlalu bersama suaranya.

“Bye…”sahut Kemala lirih.

Kemala agak berharap akhirnya, semoga tak ada lagi kepala yang muncul dari balik pintu…ntar malah serem…haiyaahhh….

Hm. So, another lonely nite tonite...membuatnya kangen masa-masa 8 tahun lalu ketika Ia masih menjadi Kemala yang dulu…

 

One lonely night, one lonely night

That’s all it takes to completely break you

REO Speedwagon – One Lonely Night

NEXT : Kemala #3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s