Kemala #1 : Sebuah Pilihan

 

“Aku nggak mau kuliah, Bu…boleh, nggak?” Kata Kemala sambil mengirisi mentimun hingga menjadi pipihan tipis. Matanya berusaha menghindari tatapan ibunya yang mendadak memandang tajam ke arahnya.

“Lho? kenapa? Bukannya sejak SMU dulu kamu keukeuh pengen kuliah di jurusan HI, pengen Keliling dunia,”sahut Ibu, berusaha tenang. Masih sambil melanjutkan acara memasak Udang Balado yang aromanya sudah berkali-kali membuat Kemala ingin bersin itu (tapi bersinnya nggak jadi-jadi).

“Pingin nyobain kerja, bu…kuliah mah kelamaan…boleh, nggak?” Kemala merapikan potongan timun tadi ke atas piring kecil. Tangannya beberapa kali mencomot udang-udang matang berukuran sedang yang baru mau dimasukkan Ibu ke dalam wajan untuk diaduk dengan bumbu ulek berwarna merah segar.

Ibu menepuk pelan tangan Kemala yang masih asyik mencomot. “Udah atuh, Neng….tunggu mateng, ah!”

Gadis itu tersipu (sok) malu. Cuek mengunyah sambil mencomot irisan timun.

“Trus, kuliahnya kapan?” kata Ibu lagi. Udang sudah masuk penggorengan, bercampur dengan bumbu balado berwarna merah cerah, menguarkan harum bumbu yang mengundang bersin.

“Hachiihhhh!!!” akhirnya keluar juga itu bersin….dari Kemala. Ibu geleng-geleng kepala, sama-sama menahan bersin.

“Tahun de—de—hacccihhh!!!!” Kemala mengusap hidungnya yang mulai berair. “Tahun depan, deh, bu…yah?”

“Terserahmu lah….”sahut Ibu pelan, dengan mata terkonsentrasi pada balado yang mulai terlihat menggiurkan itu. Kemala melihat wajah Ibunya yang sedikit mengelam. Ingin tahu apa sesungguhnya yang dipikirkan Ibu.

***

Oke, Kemala tidak akan kuliah. Salah satu alasannya adalah, Ia tahu kalau kedua orangtuanya tidak akan sanggup membayari kuliahnya, yang biaya masuknya saja sudah bikin pening kepala. Belum biaya tambahan lainnya. Bukannya tidak ingin menjadi mahasiswa seperti teman-temannya yang lain, tapi memang kondisi yang tidak memungkinkan. Apalagi Kemala yakin akan kemampuannya.

Halaman koran sudah dibolak-balik sampai lecek, bahkan beberapa lowongan pekerjaan sudah dilingkari dengan spidol merah. Padahal tak satu pun cocok untuk Kemala. Ia hanya merasa sudah seharusnya Ia mencoba. Sampai sehelai kertas kecil terjatuh dari dalam buku IPS yang dipakainya untuk menjadi alas menulis surat lamaran pekerjaan. Pamflet sederhana.

Suka dunia RADIO? Ingin menjadi Penyiar RADIO? Kenapa tidak bergabung dengan kami?

STARS Broadcasting Course Siap untuk membuka jalan Anda menuju dunia Radio! 

STARS Broadcasting Course Ph. 022-31105769

Kemala menatap lekat-lekat isi pamflet itu. Membacanya bolak-balik, plus memikirkannya bolak-balik pula. Menjadi Penyiar radio…Hmmm…..Kenapa tidak???

 

 

NEXT : KEMALA #2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s