Balada Seorang Penyiar (Radio)

‘Balada Seorang Penyiar’

Oleh Bimbo

Tiada lembah tiada gunung

Tiada kota tiada dusun

Suaramu terdengar merayu

Mengantarkan lagu-lagu

Baik siang maupun malam

Baik suka maupun duka

Kau arungi gelombang suara

Kau hampiri pendengarmu

Dikau penyiar pujaan pendengarmu

Suaramu …

sungguh merdu

Dikau penyiar pujaan pendengarmu

Suaramu …

sungguh merdu

Pendengarmu tak kenal wajahmu

Pendengarmu tak mau tau rumahmu Suaramu pengenalmu

Menyentuh merayap kalbu

Di udara, hilang suaramu

Di udara, terasa kelam

Lagu merdu, terasa kelabu

Kemanakah gerangan tuan

Dikau penyiar pujaan pendengarmu

Suaramu …

sungguh merdu

Dikau penyiar pujaan pendengarmu

Suaramu … merdu

 

 

 

Tanya sedikit boleh yaaa……kapan, sih, terakhir kali anda mendengarkan radio? sekian tahun lalu? bulan lalu? minggu lalu? kemarin? atau baru saja? atau jangan-jangan (harapan saya sih, ya), sekarang pun anda sedang mendengarkan radio:)

 

Sejak dulu, radio menjadi corong hiburan dan informasi, dengan Penyiar Radio sebagai corong suara utama. Penyiar Radio adalah ujung tombak sebuah radio. Tapi kini? kok ya saya merasa kalau para penyiar radio itu tak lebih dari ‘selingan’ di antara lagu dan informasi….ah, iya, radio berita adalah pengecualian ya. Bisa saya bilang, radio berita sebagai surganya penyiar radio yang hobi berkicau:)

 

Mmmm…tanya lagi, boleh? Coba ya…anda punya Penyiar Radio Favorit? Terima kasih kalau anda ingat satu dua nama. Artinya anda memang Pendengar Radio. Dan kami ini, para penyiar radio, pastinya merasa senang hati meskipun anda tak menyebut nama kami sebagai penyiar favorit. Pastinya, menyukai suara dan apa yang disuarakan penyiar radio (apalagi kalau sang penyiar adalah penyiar pujaan anda) sudah cukup membanggakan hati kami. Setidaknya, anda menghargai kerja keras kami.

 

Siapakah pemilik suara ini, Wahai? Begitu ramahnya ia menyapa, mengucap salam, tertawa santun, dan berucap kata-kata yang tak sekedar kata kosong….Kutemukan suara ini di antara lagu-lagu berisi kenangan lama….

 

Membayangkan wajah sang penyiar pun, sekarang pun tak sulit lagi, karena sudah banyak radio yang memiliki situs resmi yang juga memuat wajah si empunya suara. 

 

Sedikit kilas balik ke 10-15 tahun ke belakang, profesi sebagai Penyiar Radio bisa dibilang cukup menjanjikan, terutama dari sisi popularitas, yang nantinya akan membawa si Penyiar Radio (kelak) bisa merambah profesi yang lain berbekal link yang didapat selama berkecimpung di dunia radio. Lambaian dunia hiburan memang menggiurkan. Tinggal sebut saja, ingin menjadi Penyanyi, Presenter TV, Aktor, atau lainnya, semua bisa saja berawal dari dunia kepenyiaran. Apalagi contoh nyata kesuksesan (materi) yang berawal dari profesi Penyiar Radio sebagai titik nol sudah bertebaran dimana-mana. Meskipun kemudian di antara mereka ada yang benar-benar meninggalkan Radio sebagai cikal bakal benih kesuksesan itu dan masuk ke dunia yang berbeda.

 

Ada kilau bintang di sana….

 

‘Bintang’ di radio, hanya terdengar suaranya saja, dan bisa menyapa para pendengarnya saja, sudah cukup…..

 

Di tahun 70an ketika lagu ‘Balada Seorang Penyiar’ dipopulerkan oleh kelompok Bimbo, seorang Penyiar Radio bisa saja memukau banyak orang dengan suaranya, padahal ia hanya berbicara. Lanjut di era Olga dan Sepatu Roda, seorang Penyiar Radio bisa saja membuat pendengarnya tergila-gila sampai ingin melamarnya untuk dinikahi segala. Hal yang sama juga terjadi era Howard Stern yang bisa merajai dunia Radio (AS) di era 80-an sampai 90an, yang membuat ia melakukan banyak cara untuk tetap eksis dan bisa diakui di seluruh dunia.  

 

Sebenarnya tak cuma hal menyenangkan yang dialami seseorang berprofesi Penyiar Radio, karena cerita suram, sedih, dan ganjil pun juga dialami. Seperti apakah? Mulai dari menembus banjir demi bisa siaran tepat waktu, ketemu hantu saat siaran malam, diteror pendengar yang jatuh cinta berat atau justru benci berat, sampai mengalami pergolakan dalam tubuh radio tempat ia sendiri bernaung. Selalu ada plus minus dari suatu profesi, termasuk profesi ini.

 

Tahun ini adalah tahun ke sekian saya berada di Rase FM Bandung. Ah, saya enggan menghitung, karena dengan menghitung tahun, seolah mengukuhkan berapa lama saya saya telah berada di tempat ini dan mau sampai kapan saya berada disini. Bukan tahunnya, kawan. Bukan berapa lamanya, teman. Tapi apa yang telah ditanamkan dalam benak para pendengar selama bertahun-tahun itu.

 

Saya sendiri bukanlah penyiar yang istimewa. Tapi buat saya, dunia radio adalah dunia yang sangat istimewa. Tempat saya bisa mengenal berbagai macam karakter, sifat dan kebiasaan. Contohnya saja, dari kalimat di sms saya bisa menebak, dari siapa sms itu datang, padahal sms tersebut dikirim tanpa nama (oh, ‘kali saya hafal nomor hpnya ya? hihi…), dll. Di radio pula saya bisa bertemu dengan teman baru yang kemudian menjadi sahabat dan bahkan lebih dekat daripada dengan saudara sendiri, dan bahkan bisa bertemu idola:)

 

Sekian tahun lalu, profesi  PENYIAR RADIO bisa saja menjadi ‘Sesuatu’ —kalo menurut Syahri*i—Hari ini? mmm…entahlah. Apalagi presentase antara orang-orang yang masih mendengarkan radio baik itu untuk kebutuhan informasi maupun hiburan, makin mengerucut jumlahnya dibanding penikmat media lain. Yes, TV killed the Radio Star. Itu tahun sekian. Sekarang sudah ganti lagi : internet killed the Radio Star. Oh, no. Bukan….nowadays, justru internet membawa kembali radio star! 🙂 So, senyum saya kembali datang setelah mengingat, banyak kawan-kawan di belahan dunia lain yang bahkan saya tak tahu siapa namanya dan berada di negara mana. Bahkan apakah si pendengar ini sesama orang Indonesia atau bukan. Hanya satu labelnya : Pendengar Radio.

 

Dan seorang Penyiar Radio—populer atau tidak—takkan ada artinya kalau ia tidak didengarkan…..

Tak ada salahnya juga kalau hari ini anda menyenangkan hati para penyiar radio dimanapun itu, dengan mendengarkan suaranya🙂

 

 

 

– W –

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s