Sammy Hagar’s Book, “Red : My Uncensored Life in Rock”

Sudah baca buku berjudul “Red: My Uncensored Life in Rock” (It Books)” yang ditulis oleh Sammy Hagar?? Belum? atau merasa nggak berkepentingan membaca buku itu?

Mmmm…oke deh. Nggak maksa kok:) Saya sendiri tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang buku ini karena ‘kepincut abis’ sama lagu berjudul “Dreams“-nya Van Halen. Sudah sekian tahun dirilis, tapi liriknya masih cocok untuk digaris bawahi atau bahkan dipertebal hurufnya untuk juga kemudian mempertebal pendengar lagu itu untuk tak berhenti mewujudkan mimpi. Dianggap terlalu keras untuk perempuan pada masa saya mengenal lagu ini (tahun 90-an) sihhh….etapi, kita nggak ‘maenan’ gender yaaa….suka mah suka ajjjaaa….!!

Keberadaan orang-orang yang membawakan lagu-lagu Van Halen menjadi satu kesatuan pun rupanya masih memikat hati saya, termasuk Sammy Hagar, yang membuat saya terpesona dengan suara berat namun tetap mampu menjangkau nada tinggi plus teriakan menggelegar tapi nggak bikin jijay…hihihi…Kheuseusnya ketika lagu itu mulai kembali terngingang di telinga…apalagi ketika Hagar membawa kembali nama Van Halen ke peradaban musik rock.

OK, here we go. Buku ini memang mengorek borok Van Halen, khususnya Eddie—karena Hagar memang nggak akur sama mbah Eddie. Kehidupan pribadi para rockerstar sendiri–khususnya dalam perjalanan tur–nggak jauh dari lingkaran seks dan narkoba. Tak terkecuali Van Halen. Hagar mengungkapkannya di buku ini. Beberapa rockerstar mungkin memang membutuhkan seks dengan dosis ‘berlebih’, sampai-sampai ke empat personel Van Halen–minus Hagar–sengaja membangun tenda sendiri untuk kebutuhan itu di bawah panggung bersama groupies yang rajin mengekor kemanapun Van Halen tampil. Begitu lugasnya Hagar berkisah, sampai-sampai doi bilang,

I’m not a liar,” tulis Hagar. “I’d rather tell you the truth and deal with it.”

Sam Roy ‘Sammy’ Hagar, meraih sukses awalnya di tahun 70an bersama band Montrose. dekade berikutnya dilalui hagar sebagai seorang penyanyi solo, sempat menghasilkan hit berjudul “I Can’t Drive 55” dan melakukan pertunjukkan di berbagai tempat di seluruh dunia yang kebetulan–tiketnya selalu sold out. Pada pertengahan 80an,  Hagar kembali dari tur keliling dunia yang panjang dan memutuskan untuk menghabiskan lebih banyak waktunya untuk keluarga.

null

Then Eddie Van Halen called,” Tulis Hagar. Panggilan dari Eddie itulah yang membawanya kembali ke dunia rock n roll yang penuh kegilaan. Van Halen bersaudara—adalah Eddie sang gitaris dan Alex sang drummer, yang tengah mencari pengganti David Lee Roth sang vokalis. Sebetulnya Hagar sama sekali nggak punya rencana untuk gabung dengan Van Halen, tapi setelah nge-jam bareng mereka,”kok ya kayaknya bulu-bulu di sekujur tubuh gue jadi merinding, deh….”

10 tahun berikutnya menjadi momen yang penuh dinamika bagi Hagar, yaitu berada di titik tertinggi dan juga terendah dalam hidup. Puncaknya adalah ketika Van Halen mencetak hits bersama 3 album pertama mereka setelah bersama Sammy (“Why Can’t This Be Love,” ”When It’s Love,” ‘‘Right Now“), dan juga live shows mereka, lengkap dengan penampilan solo Eddie Van Halen yang terkenal itu, menjadi bagian dari legenda Van Halen.

Dan titik terendah itu dirasakannya juga ketika akhirnya pernikahannya yang pertama gagal, Van Halen bersaudara terjebak dalam kecanduan minuman yang parah, yang berujung pada ‘ditendangnya’ Hagar dari band.

Pasca Van Halen, Hagar memulai kehidupan yang baru bersama istri keduanya, memperbaharui karir solonya dan bahkan mulai fokus dengan perluasan bisnis yang tak disangka orang bakal sesukses sekarang : yaitu berbisnis Tequila (minuman khas Meksiko) dan menjalankan kepemilikan sebuah bar di san Lucas, Meksiko.

Tapi Van Halen masih selalu berada dalam benak Hagar. Bujukan ini dan itu — ditambah lagi desakan fans yang pengen banget ngeliat mereka manggung bareng lagi — membuat Hagar setuju untuk jalan lagi dengan Roth dan Van Halen di tahun 2002. Yes, mereka tur lagi dalam sebuah reuni.

Tur Reuni Van Halen

Hagar setuju untuk melakukan tur bersama Roth pada tahun 2002 – sebuah keputusan yang mengatakan Hagar adalah “kesuksesan finansial besar, tetapi bencana pribadi” – dan kemudian melanjutkan tur reuni dengan Van Halen.Justru disinilah Hagar mulai menyadari bahwa reuni sama sekali nggak bikin mereka kembali utuh, malah cuma bikin kisruh. Di atas panggung, Eddie berlaku seperti orang aneh, di luar panggung apalagi–lebih parah. Kecanduan minuman membuat Eddie seperti orang kehilangan akal, bahkan saking ngaconya, pernah di atas panggung, Eddie ngoceh, “berkat uang kalianlah aku bisa hidup! Yeah…” dasar kacau…

Kapanpun dimanapun, Eddie pasti mabuk, bahkan seringkali naik panggung dengan ingatan yang ampun minah deh, kacaunya! Sementara Hagar sudah menyatakan diri bersih dari apapun. Badannya sehat dan bugar (lihat senyumnya dong, ih), dan suaranya masih oke banget. Eddie sendiri sudah sangat tidak sehat, apalagi kalau melihat penampilannya sekarang. Tinggal dalam trailer, penampilan kumal, lidah yang tak sempurna lagi karena pernah diamputasi gara-gara kanker, dan permainan gitar yang kacau. Eddie Van Halen is history….

….

Sedih juga, sih, pas bagian mang Eddie dibahas gini. Saya memang nggak ngefans amat sama Eddie Van Halen, Alex, Michael Anthony atau bahkan former David Lee Roth. Van Halen yang nempel di otak saya cuman Sammy Hagar thok, hehe. Apalagi waktu Baywatch edisi celana & baju renang merah (haha!), OST-nya kan mang Sammy juga tuh yang nyanyiin…:)

Well, Hagar bersama Van Halen memang jadi cerita tersendiri (buat saya) sama seperti lagu Van Halen yang  berjudul ‘Dreams‘ di masa lalu yang legendaris, maupun hit Van Halen bersama Hagar dari ‘Can’t Stop Loving You’ sampai ‘Human Being‘ (Ost. Twister) yang menghentak.

There’s a time and place for everything. For everyone
We can push with all our might, but nothin’s gonna come
Oh no, nothin’s gonna change
An’ if I ask you not to try, oh could you let it be?

I wanna hold you and say
We can’t throw this all away
Tell me you won’t go, you won’t go
You have to hear me say

I can’t stop lovin’ you
And no matter what I say or do
You know my heart is true, oh
I can’t stop lovin’ you

(Van Halen – I Can’t Stop Loving You)

 

 

 

 

– W –

Advertisements

One thought on “Sammy Hagar’s Book, “Red : My Uncensored Life in Rock”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s