Interview w/ Rasti

Rasti

Promo Single ‘Mungkin’

Meeting Date : 06 Juni 2011

 

 

 

 

 

 

 

Dibuka dengan single hit yang sedang dipromosikan, lagu ‘Mungkin’ mengudara di tengah panasnya kota Bandung yang cukup menyengat. Sangat beruntung kami berada di dalam ruang siaran yang berlimpah hembusan udara dingin dari pendingin ruangan. Sedikit merasa bersalah sebenarnya, karena banyak di luar sana orang yang kepanasan sementara kami merasa sangat nyaman, hehe…

 

R.A. Ardina Rasti Widiani. Tapi gadis asal Solo hanya ingin dipanggil Rasti saja rupanya. 3 hari belakangan ini ia habiskan untuk melakukan syuting FTV di Bandung, sekaligus promo radio. Sebelumnya saya hanya bisa melihatnya di TV, tentu saja, sama seperti orang-orang lainnya yang melihat aktingnya di film maupun sinetron, menjadi bintang iklan maupun sebagai model video klip dan juga menyanyi.

 

Rasanya lagu ini sering dengar, Neng….dimana yaa??

Oh…pasti di FTV, soalnya lagu ‘Mungkin’ ini memang dijadikan soundtrack FTV di satu stasiun TV swasta…

 

Haha…iya, juga. Saya nggak mungkir suka liat FTV. Sinetron-sinetron itu laaa. Lumayan sebagai tontonan. Senyum gadis ini membuat matanya membentuk bulan sabit karena menyipit. Mengingatkan saya pada tokoh Rika Akana di serial Jepang Tokyo Love Story di tahun ’90-an dulu.

 

Siapa yang bikin lagu ini?

Aku. Lagu ini terinspirasi dari cerita temen deket aku, yang malah sampe sekarang tuh dia masih ngambek sama aku gara-gara curhatannya dia dijadiin lagu kayak gini, hahaha…Tapi aku tuh seneng nulis lagu. Dari umur 13 tahun, aku udah suka bikin lagu. Jadi kalo yang lain nulis diary buat curhat, kalo aku nulis lagu. Sampai akhirnya dapet kesempatan untuk punya album sendiri. 

 

Rasti mencicipi teh rasa blackcurrant yang jadi peneman kami siang itu. Dihirupnya aroma segar yang menguar dari gelas bening yang isinya tinggal setengah itu. Dengan semangat dibukanya netbook berwarna pink yang dia bawa, dan meminta komentar saya dan Dery atas video klip ‘Mungkin’ yang saat itu sengaja dia play untuk kami.

 

 

“Aahhh…ga realistis ah! Harusnya pacar si cewek itu nonjok si cowok yang mbonceng ceweknya! Hahaha…” celetuk saya polos. Tawa Rasti ikut berderai. Ah, namanya juga video klip. Tapi memang bagus, sih. Ceritanya mengalir seperti membaca cerpen, dalam bentuk drama korea. Berhias warna-warna pastel, begitu kata Rasti. Dalam hati saya berharap, semoga dia tidak tersinggung atas komentar saya, hehehe.

 

Cerita dong, tentang Gadis Sampul….

Aku ikut gadis Sampul tahun 1999, pas umur 13 tahun itu. Jadi dulu tuh ada acara kontes bakat, nah, yang paling aku bisa dan yang nggak bikin merasa terbeban adalah nyanyiin lagu aku sendiri…

 

Suara Lily Allen kali ini mengudara, satu pilihan lagu favorit dari Rasti.

 

Kenapa suka sama Lily allen?

Dia meng-influence aku banget. Lagu-lagunya, cara dia berpakaian, gaya cueknya…suka banget! Aku juga suka melihat dia pake sepatu kets, makanya aku juga rajin pake sepatu kets, hehe…

 

Rasti yang modis, berdandan dengan tshirt, celana pendek berbalut kemeja garis-garis, dan make up sederhana, asyik sejenak dengan BB-nya, me-retweet yang sudah saya twit di twitter (deuh, tuat tuit!!!:p). Saya membayangkan gadis di depan saya ini sebagai gadis yang sibuk dengan banyak kegiatan, yang bahkan tak sempat melakukan hal lain yang bisa menyenangkan dirinya sendiri. Tapi dengan ringan dia bilang,

 

Me Time aku? Me Time aku yaa….ini…jalan-jalan…wisata kuliner, ketemu orang-orang…ya seperti ini…dan pasti menulis lagu…itu aja.

Tentang menjadi seniman?

Aku ingin mendedikasikan hidupku ke seni karena justru seni itu adalah  satu- satunya dimana sisi kita tidak perlu pendidikan yang formal dan tidak perlu pengkotak-kotakan apapun. aku suka nulis lagu, aku suka nyanyi, aku suka akting…itulah seni yang aku suka…

 

Rasti sang gadis Seniman, hehe…I see that, darling🙂 Waktu kita sangat pendek, kurang dari 45 menit, dan Rasti masih harus keliling Bandung untuk promo radio hari itu. Untung saja saya tetap ingat pesan dari ‘pendamping’nya Rasti siang itu, “...tolong, jangan tanya tentang mantan pacarnya ya…”

 

 

 

Photos by Dery. S

-Timorensis-

 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Interview w/ Rasti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s