The Golden Voice

…Selamat sore….langsung dari jalan blablabla, saya, XXX, siap untuk menemani anda lagi di acara *** sampai jam 7 malam nanti! Stay tuned…

Suara sang Penyiar perempuan di radio ini terdengar menyenangkan. Santai, ceria, dan terkesan ramah. Cocok dengan suasana sore. Kalimatnya ditutup dengan diperdengarkannya lagu berirama tak kalah riang.

Bertahun lalu, ketika saya pertama dikenalkan dengan radio oleh ibunda saya, perasaan senang mendengarkan radio mulai beralih dari sekedar mendengarkan lagu menjadi mendengarkan suara penyiarnya juga. Macam-macam yang saya serap. Sama seperti saat kita mendengarkan suara penyanyi yang membawakan lagu kesukaan. Dengan warna vokal yang satu sama lain berbeda, para penyiar bisa membuat suatu acara memberikan kesan macam-macam.

Bukan hanya warna vokal saja sebenarnya, cara seorang penyiar membawakan satu acara, wawasan yang dimiliki yang terpancar saat dia bicara, atau bahkan rasa nyaman yang dia berikan saat siaran, bisa sangat berpengaruh bagi pendengarnya. Di era 90-an hingga 2000-an, saya masih cukup sering mendengar suara-suara berat dan bulat untuk lelaki, serta suara berat cenderung serak untuk perempuan di radio-radio. Terutama untuk radio bersegmen dewasa dengan lagu pop indo/barat adult contemporary dan juga di beberapa radio bersegmen remaja dengan rating yang cukup populer. Sementara penyiar perempuan bersuara renyah dan cenderung berkesan genit dan penyiar lelaki bersuara mengalun dan agak ngondek (duh, susah nyari padanan katanya euy^^) sering saya temukan di radio yang memutar lagu dangdut dan lagu daerah (sunda).

Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. masing-masing juga tergantung pada selera si pendengar, apakah suara si penyiar itu berpengaruh atau tidak. Karena terkadang sepertinya suara penyiar menjadi tidak penting ketika yang diinginkan si pendengar hanyalah lagu saja. Saya sempat merasa kecewa saat seseorang memindahkan frekuensi radio yang sedang didengarkannya ke radio lain hanya karena si penyiar berbicara. Seolah-olah merasa terganggu mendengar si penyiar. Tapi sudahlah, saya mengobati sakit hati saya sendiri dengan melihat kondisi dimana saya menjadi saksi atas peristiwa itu : di angkot. 😀

Di luar masalah durasi bicara, wawasan, natural atau tidaknya, bicara yang terdengar mengalir (Legato -> dokter@penyiar.com), cara penyampaian berita dan mood si penyiar sendiri yang bisa membawakan atmosfir senang/sedih, SUARA adalah hal lain yang berkaitan dengan BAKAT. Karena Yang Maha Esa sendiri yang memberikannya langsung pada si empunya suara. Di tambah cara sang penyiar mengolah suaranya hingga terdengar tidak menganggu bahkan terkesan menyamankan pendengarnya.

Yang jelas sebagai pendengar radio saya agak kecewa saat mendengar penyiar yang malah berkeluh kesah dan terdengar stress saat siaran. Atau bahkan lidahnya berdecap ludah karena siaran sambil makan. Kalau si penyiar bersiaran dengan suara bindeng karena sedang flu ada yang malah jadi terdengar seksi atau malah mengganggu. Bagi saya, penyiar dengan suara baik adalah penyiar yang bisa melakukan ‘keajaiban’ dengan suaranya. Apalagi jika ia menyampaikan isi siarannya dengan baik, semakin sempurnalah penyiar itu bagi saya.

Beda sekali dengan penyiar masa kini, dan sebagian besar radio (di Bandung khususnya) yang mempunyai kebijakan tidak lagi menggunakan jasa penyiar bersuara istimewa (Golden Voice) dengan alasan radio jaman sekarang lebih membutuhkan penyiar yang memiliki wawasan luas dan suara menjadi pertimbangan yang ke sekian.

Penting nggak penting, suara tetep penting lho…Kan yang pertama nempel di kuping saat seseorang menyalakan radio, selain lagu, adalah suara si penyiar. Istilahnya, dari telinga turun ke hati….:) dari dengar sekilas, bisa jadi pendenger tetap bahkan jadi penggemar berat…^^

Salut bagi penyiar ‘jaman dulu’ yang masih bertahan di masa sekarang, dan bagi penyiar ‘jaman sekarang’ yang tidak menganggap enteng masalah kualitas suara 🙂 Tetap semangat!

 

 

 

-W-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s