Erwin Saz

Erwin Saz

Promo Single ‘Sumitro Rojali’

08 Mei 2011


Rambutnya gimbal, meenn….:D Kesan pertama langsung ke rambut, hehe. Bagi saya, model  rambut seseorang mencerminkan karakter dan kepribadiannya juga. Semoga seasik rambutnya, begitu harap saya ketika saya lihat Erwin Saz masuk ke dalam ruang siaran dan berkenalan untuk pertama kali. Berbekal gitar dan Terompet.

Harapan saya semakin besar setelah mendengar lagunya.


Sumitro…..tro…tro…tro..

Suka minta rokok… (hah? bagian ini aja udah bikin kuping berdiri, nih…)

Rojali li…li…li…li..

Rokok jarang beliii….


Dengan senang hati saya memamerkan cengiran saya yang paling keren. Lagu apa ini????

Kepala saya bergoyang mengikuti irama lagu yang jazzy sedikit reggae. Mengingatkan saya pada Jason Mraz. Sebentarrr….(alis saya terangkat sebelah, berpikir)…Jason Mraz……Erwin Saz??? Haha, what a rhyme!


Ah, sudahlah. Jangan ngaco dulu. Ngobrol dulu yaaa…

“Lagu ini sebenernya nggak ada maksud nyinggung sih….juga nggak ada maksud nyinggung yang punya nama itu ya….tapi ada makna lain juga….bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan itu memang perlu usaha, nggak cuma ngandelin minta aja gitu….” papar Erwin mengenai arti di balik lagu ini.

Heuheu…tinggal minta emang enak sih…:)

“Anak muda jaman sekarang memang kebanyakan begini nih…mau enaknya aja…” Hayooo….ada yang mau ngaku??

Dengan durasi tak lebih dari 3 menit, Sumitro Rojali mencoba memotret kenyataan dengan gurauan, dipoles dengan musik yang serius namun tak sulit untuk mencerna. Seperti sarapan bubur ayam di pagi hari lengkap dengan taburan kacang kedele, tambah cakwe, kerupuk yang mentung, sedikit sambel, disiram kecap manis dan asin secukupnya. Mmmm…lumayan mengenyangkan…:D …semangkok lagi, mang!!

Sebagai bonus di tengah percakapan, Erwin menyanyikan I’m Yours – nya Jason Mraz dengan versinya. Ciamoyy….Haha…!

Terompet yang terbaring santai di atas meja sengaja dibangunkan untuk memamerkan sedikit kemampuan lelaki muda berambut gimbal ini. Peengalaman menjadi additional musician bagi band lain termasuk Angsa Dan Srigala (yang juga sempat mampir ke studio kami tahun lalu) rupanya menjadi bekal yang mumpuni bagi lelaki yang pernah kuliah di UNPAD ini untuk membuat proyek solo.

Oya, kembali ke rambut gimbal dan reggae, saya tanyakan pula arti musik reggae pada Erwin.

“Sebagian orang memandang musik reggae sebagai musiknya orang-orang malas…bener ga sih?”

Spontan dia tertawa.

“Bukan malas, tapi santai, ” koreksinya. “Reggae itu musik yang santai dan menyenangkan, bikin orang yang dengernya juga ikut santai dan bisa menikmati hidup. Itu sih, kuncinya. Menikmati hidup…..Menyukai reggae sama dengan menikmati hidup….”

Haha…Yow mannn…..you are absolutely right! 4 Jempol buat Erwin Saz. Menikmati hidup, dan kita akan selalu merasa bersyukur. Itulah makanya kita sering melihat alm. Mbah Surip senantiasa tertawa lebar selebar-lebarnya, atau om Bob Marley yang dengan kalemnya mengangguk-anggukan kepalanya yang berhias rambut gimbal saat membawakan Buffalo Soldier. (Terlepas dari apa yang dihisap pada waktu itu yaaa:))

So, intinya apa dong?

“Intinya, nikmati aja hidup ini…ga usah dibikin susah, ga usah dibikin ribet…”

Setuju, bossss….!

Seusai bergosip sedikit tentang Donna Lewis  dengan lagunya I Could Be The One yang saya putarkan lagunya untuk Erwin sebagai lagu pilihannya siang itu, sepeminuman teh kemudian (beuh, oleh2 dari om Bastian Tito neehh) yang kebetulan dihidangkan oleh sponsor, saya kembali menggoyangkan bahu, kaki, dan menganggukkan kepala saat Sumitro Rojali kembali terdengar. Kali ini secara live, hanya berbekal gitar akustik. Kalau bisa sekalian main terompet kayaknya bisa jadi diborong juga tuh kerjaan…hehe. Katanya memang kalau tampil di atas panggung, bisa jadi kebolehannya bermain terompet nggak bakalan nganggur.

Sumitro…..tro…tro…tro…..

Suka minta rokok… 

Rojali li…li…li…

Rokok jarang beliii……



#Sumitro-Rojali, istilah yang populer di masyarakat Indonesia untuk orang yang kerjaannya mintain rokok; Khusus untuk Rojali, ternyata juga dijadikan singkatan bagi Rombongan Jak Liar–berkaitan dengan suporter bola tim Persija.

– Timorensis –

Advertisements

2 thoughts on “Erwin Saz

  1. salut sama erwin saz,salah satu contoh musisi berbakat yg pintar meramu musik dan lagu utk industri menurut gw,namun sayang klo itu semua ga didukung sama media yg memegang peranan penting di industri musik.salut buat radio yg support pd musisi spt beliau,ayo yg laennya support terus musisi spt erwin saz.tv majalah.n radio yg lain mana nihh? kok gw ga denger lagunya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s