Radio Freak

Salah satu hal yang memikat saya pada dunia Radio selain lagu, adalah PENYIARnya sendiri. Tahun demi tahun tanpa saya sadari saya telah mendengarkan, mengamati, bahkan menyerap suara-suara penyiar dari stasiun-stasiun radio yang saya dengarkan.

Dari semua nama penyiar tahun 90’an yang saya sering dengarkan (dari era saya tentunya:)) adalah Inge Barenz dari Radio OZ yang paling saya suka. Tahunnya saya lupa, tapi di Bandung, tempat saya tinggal-sekolah-gaul pada masa itu, Radio OZ adalah salah satu yang terkeren bagi anak-anak sekolah seperti saya untuk selalu up to date terhadap perkembangan jaman.

Bahkan sempat juga saya menghabiskan waktu seusai pulang sekolah sampai sore hari di studio Oz di Setrasari. Padahal uang saku saat itu sangat pas-pasan. Untuk ongkos naik angkot saja sudah cukup menghabiskan banyak uang. Belum kalau ingin jajan. Biasanya habis pulang sekolah tuh kan asyiknya makan bakso ^^…

Tapi saya nikmati momen itu. Bahkan seringkali tersenyum sendiri kalau mengingat masa itu. Ada beberapa kali kesempatan, ketika saya tidak dikenal sama sekali oleh para Punggawa Oz—begitu kru dan penyiar disebut— memanggil saya cukup dengan sebutan ,”hei!” saja.

Salah satu pekerjaan yang menyenangkan saat itu, lengkap dengan seragam putih biru dan sepatu warrior sepulang sekolah di Jl. Semar No 5 Bandung naik angkot jurusan Sarijadi, dengan senang hati saya bantu Punggawa Oz yang sedang siaran acara request lagu untuk mengangkat telepon—waktu itu belum ada ponsel untuk mengirim sms;p — lalu dengan secarik kertas yang sudah digunting kotak seukuran kartu kecil, saya menuliskan lagu apa yang diminta, siapa yang menelpon, dan untuk siapa lagu itu dikirim. It’s kind a cool^^!

Pastinya, sih, saya melakukan hal itu tidak untuk waktu yang lama, karena orang tua mempertanyakan keberadaan saya setiap sore, hehe…Meskipun mereka sangat tahu kalau saya bukanlah anak SMP dengan pergaulan yang tidak jelas karena mereka tahu saya ini nongkrong di studio radio.

Menjadi Radio Freak–itu istilah saya, saya bawa santai saja. Artinya, tidak menjadikan saya seorang yang kemana-mana pakai Walkman mendengarkan radio atau lagu dari kaset, apalagi karena waktu itu saya memang tidak punya Walkman^^

Setelah itu semua berjalan bersama usia. Sampai dengan masa SMU berakhir saya masih mendengarkan OZ. Lalu mulai ‘nge-laba’ dengan mendengarkan yang lain sekali-sekali. Perbendaharaan saya tentang radio juga makin bertambah setelah ibu saya pun rajin mendengarkan radio di dapur sambil memasak, dan saya, si Radio Freak, juga turut mendengarkan sembari membantu ibu memasak hehe….

Menjadi Radio Freak jugalah yang membawa saya masuk ke dunia yang penuh keajaiban ini. Dan saya sangat menyukainya! I Love Radio^^

 

= W =

Advertisements

2 thoughts on “Radio Freak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s